Thursday, April 30, 2020

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Permintaan Barang dan Jasa

By Galing R   Posted at  3:03 AM   No comments
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Permintaan Barang dan Jasa


Essay virus corona-Penyebaran virus covid-19 yang secara cepat meluas di berbagai negara yang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat khusus nya di Indonesia yang sudah banyak terjangkit virus yang mematikan ini.dan para masyrakat di himbau agar tidak berkumpul dan tidak keluar dari rumah dan harus tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan  diri.

Related
Esai Dampak Pandemi Corona (Covid-19) Terhadap Produksi Barang dan Jasa
Laporan Ekosistem Kolam dan Komponennya
Alat dan Bahan Serta Cara Pembuatan Tapai Singkong~BloggerZar
    Lalu apa dampak pandemic covid-19terhadap sisi permintaan barang dan jasa ini sangat berdampak karena turun nya permintaan dari para konsumen pada barang dan jasa karena perekonomian masyrakat juga menurun akibat virus covid-19 ini karena himbauan pemerintah yang tidak memperbolehkan aktivitas diluar rumah.

     Karena kebanyakan masyrakat nya libur bekerja karena wabah ini lalu dari mana konsumen mendapatkan uang sedangkan untuk sekarang para konsumen atau masyrakat diliburkan bekerja. Maka dari itu permintaan konsumen akan barang dan jasa menjadi menurun para produsen pun mengalami kerugian yang besar aibat covid-19 ini. Tidak itu saja warung dan rumah makan pun banyak yang menutup  usaha nya dulu karena khawatir akan covid 19 ini. Selain itu juga alasan banyak nya orang menutup usaha nya dikarenakan himbauan pemerintah walapun tidak semua orang menutup usaha nya tetapi pemasukan nya lebih sedikit karena tidak ramai lagi para pembeli berdatangan.

      Terlihat lah juga dampak pada pasar, pasar adalah tempat utama bagi para konsumen menawarkan hasil produksi nya. Tetapi anjuran pemerintah untuk mencegah covid-19 menyebar pasar pun ditutup dulu untuk sementara agar covid-19 tidak menyebar semakin luas para produsen mengalami kerugian karena tempat melakukan transaksi penjualan hasil produksi nya seketika permintaan nya menurun drastis begitu besar dampak pandemic covid-19.

      Lalu bagaimana dengan sisi jasa, sisi jasa pun menurun para jasa pun menurun permintaan nya yang membuat para jasa susah mendaptkan keuntungan lagi contoh seperti : ojek, angkotan umum, jasa pengantar barang dan lain lain nya.

       Jadi kesimpulan yang diambil dari dampak pendemi covid-19 dalam permintaan sisi barang dan jasa itu sangat besar dan merugikan karena permintaan nya menurun secara drastis dan merugikan bagi para produsen dan jasa karena pendapatan nya tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan oleh produsen maupun dari sisi jasa yang tidak mendapatkan pemasukan lagi.

Sunday, November 26, 2017

Kang UU Bupati Tasikmalaya Menerima Penghargaan API Tingkat Nasional

By Kata Risman   Posted at  2:33 AM   SOSIAL No comments
Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak, baik dari internal maupun eksternal atas Apresiasi Pendidikan Islam (API) tahun 2017.
Kepala Bagian Organisasi, Kepegawaian dan Hukum Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, M. Munir menyampaikan, kontribusi Pendidikan Islam dalam proses pencerdasan masyarakat dan pembangunan bangsa adalah fakta yang sangat terukur dewasa ini.

"Berdasarkan indikator-indikator pembangunan bidang pendidikan, kemajuan tercermin secara jelas terutama pada peningkatan angka partisipasi penduduk usia sekolah yang mendapatkan layanan pada satuan-satuan pendidikan Islam," kata Munir, melalui rilisnya, Jakarta, Kamis (23/11).

Menurutnya, kemajuan yang sangat penting ialah peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan Islam.

"Dari tahun ke tahun, semakin banyak civitas pendidikan Islam, dari siswa hingga pendidik dan tenaga kependidikan, yang menorehkan prestasi dalam berbagai kompetisi pada tingkat nasional dan internasional," terangnya.

Kata Munir, kemajuan pendidikan Islam juga tidak dapat dicapai tanpa peran para pendidik dan tenaga kependidikan yang menjadi ujung tombak pembangunan pendidikan Islam dan para pemangku kepentingan pendidikan Islam.

"Guru, ustadz, dosen, pengawas, tenaga administrasi, kepala sekolah, kyai, pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, lembaga mitra dan banyak lagi," jelasnya.

"Atas kerja keras dan dedikasi para pendidik dan tenaga kependidikan dan stakeholder inilah satuan-satuan pendidikan Islam dapat secara konsisten menyediakan layanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat," tuturnya.

Menurutnya, kesadaran bahwa kemajuan pendidikan Islam dimungkinkan oleh kerjasama multi pihak mendorong Ditjen Pendidikan Islam secara rutin
menyelenggarakan API.

"Sebuah perhelatan yang dimaksudkan untuk memberikan penghargaan tertinggi kepada individu maupun institusi yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam upaya-upaya memajukan pendidikan Islam," katanya.

Penghargaan API 2017 diberikan kepada sejumlah pihak salahsatunya adalah BUPATI TASIKMALAYA UU RUZHANUL ULUM setelah melalui berbagai proses konfirmasi. Penghargaan API 2017 secara umum diberikan kepada pihak internal dan eksternal Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.


sumber : pemkab tasikmalaya

Monday, November 20, 2017

KOTA TASIKMLAYA KOTA TERMISKIN

By Kata Risman   Posted at  6:32 PM   SOSIAL No comments

Miris, saat ini Kota Tasikmalaya dianggap sebagai daerah dengan angka kemiskinan tertinggi se-Jawa Barat. Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, Senin (20/11/2017).


Yusuf mengatakan berdasarkan data BPS, angka kemiskinan mencapai 66.000 jiwa atau sekitar 15 persen dari jumlah penduduk Kota Tasikmalaya. Angka ini tertinggi bahkan di Jawa Barat.

"Kita akan cocokkan dengan data yang ada. Kita kroscek kategori kemiskinan itu spesifiknya seperti apa. Apakah tidak punya televisi juga termasuk miskin?," katanya, Senin (20/11/2017).

Ia menuturkan dari sepuluh Kecamatan yang ada. Tercatat, tiga kecamatan yang paling tinggi angka kemiskinannya. Yakni, Kecamatan Mangkubumi, Kawalu dan Tamansari.

"Berdasarkan data tersebut, kedepan program-program dari setiap SKPD akan lebih terfokus pada wilayah-wilayah tersebut," ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya akan terus berupaya untuk menekan angka kemiskinan tersebut. Salah satunya memperbanyak program untuk mengentaskan kemiskinan. Seluruh SKPD akan didorong untuk memunculkan program yang mengarah pada peningkatan ekonomi masyarakat.

"Saya ditunjuk sebagai ketua penanggulangan kemiskinan. Tentu saya akan pelajari dulu lebih dalam mengenai hal tersebut. Sehingga, muncul solusi bagi masyarakat," paparnya.

By : Ayotasik

PEMKAB TASIK CABUT DARI BPJK KESEHATAN

By Kata Risman   Posted at  6:30 PM   SOSIAL No comments

TASIKMALAYA, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana akan memutuskan kontrak kerja sama dengan pihak BPJS Kesehatan di tahun 2018. Hal ini dilakukan karena banyak munculnya keluhan dari masyarakat tentang pelayanan yang dianggap tidak memuaskan.

Bupati Tasimalaya, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan rencana tersebut. Sebab, nanti sebagai penggantinya seluruh pasien kelas tiga akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.
“Saya banyak mendengar keluhan dari masyarakat atas pelayanan BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, kita akan memutuskan kontrak kerja sama dengan BPJS Kesehatan di tahun 2018 nanti,” katanya, Jumat (10/11/2017).
Uu menuturkan, ada beberapa contoh kasus di mana pelayanan BPJS tidak sesuai yang diharapkan masyarakat. Misalnya, jika tidak sesuai data di dalam KTP, maka prosses pembiayaan dan pelayanan jadi dipersulit.
"Coba saja kalau masyarakat atau pasien yang datang ke rumah sakit itu datang dari daerah pelosok, pasti ribet wara wiri kalau dipersulit," ujarnya.
Uu menyatakan, mulai tahun 2018 pelayanan kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya akan digratiskan. Tentunya bagi warga yang memiliki KTP Kabupaten Tasikmalaya.
"Padahal yang berobat tersebut memang peserta BPJS Kesehatan. Tapi karena ada kesalahan sedikit pelayanan kesehatan tidak diberikan,” keluhnya.
Uu menerangkan, nantinya seluruh pasien kelas tiga akan mendapat pelayanan kesehatan gratis. Biaya perawatan dan pengobatannya pasien tersebut akan ditanggung pihak Pemkab Tasikmalaya.


By : ayotasik

PONDOK PESANTREN DARUSSALAM RAJAPOLAH TAMPILKAN PENTAS SENI BAHASA ARAB

By Kata Risman   Posted at  6:23 PM   SOSIAL No comments

RAJAPOLAH – Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam di Kampung Narunggul Desa Tanjungpura Kecamatan Rajapolah menggelar Drama Arabic Contest (DAC) dengan tema membentuk karakter keislaman siswa atau santri lewat drama berbahasa Arab kemarin (19/11).

Pimpinan Ponpes Darussalam KH Ahmad Deni Rustandi MAg mengatakan drama berbahasa Arab ini untuk menunjukkan bahwa kegiatan di Ponpes Darussalam tidak pernah berhenti menunjukkan kedinamisan. “Penguasaan Bahasa Arab merupakan identitas keilmuan dan kesantrian,” ujar KH Ahmad saat diwawancara Radar di Ponpes Darussalam kemarin.
Menurut KH Ahmad, pagelaran drama di sebuah institusi pendidikan baik sekolah maupun pesantren merupakan hal yang istimewa. Lebih istimewa lagi menggunakan Bahasa Arab. “Tema drama yang diangkat sarat dengan nilai karakter keislaman,” ungkap dia. Pagelaran DAC, kata dia, merupakan media penampung sekaligus penyalur aspirasi santri.
Sekaligus media untuk meningkatkan penguasaan berbahasa Arab siswa atau santri Ponpes Darussalam.
Darussalam, tambah dia, dalam setahun mengadakan dua kali drama berbahasa Arab. Drama ini menjadi implementasi prinsip pendidikan di ponpes. “Apa yang dilihat, apa yang didengar dan apa yang dirasakan adalah pendidikan. Alhamdulillah berjalan lancar. Drama berbahasa Inggris Insya Allah akan dilaksanakan di Semseter 2 ini,” tambahnya.


Ketua Panitia DAC Hendri Hendriawan menambahkan DAC merupakan salah satu cara untuk meningkatkan penguasaan berbahasa Arab bagi para santri. “Menjadi ajang santri untuk berkreativitas,” tuturnya. (dik)



Tasikmalaya dimanat International

By Kata Risman   Posted at  6:11 PM   SOSIAL No comments

Sixty kilometers from Garut, Tasikmalaya is known for its plaited mats, painted umbrellas and batiks of particular designs and colors. Geographically, Tasikmalaya is situated between 107° 53' to 108° 20' eastern longitudes and between 7° 3' and 7° 49' southern latitude. The population of the entire regency (the city and rural area around it) is about 1.58 million. Like most of West Java, Muslim, ethnically Sundanese people, mostly populates it with a small Indonesian Chinese minority. A quarter of Tasikmalaya Regency, which has an area of about 256,756,692 hectares, is covered by forest. This Regency may be divided into two areas, lowlands and mountainous regions.

Tasikmalaya Regency is rich in places of interests and cultural attractions. First of all, there is an interesting area called Kampung Naga. Thirty km from Tasikmalaya, visitors will find the uniqueness of Kampung Naga. The distance from Bandung to this kampong is about 88 km. The people of this Kampong still adhere to the old traditions. Their house building is unique. The uniqueness lays its uniformity, starting from the building materials, the house designs to the direction their houses are facing. Instead of its proximity to modern society, it has retained its traditional customs over the centuries. It is a small village in the beautiful mountains of the Salawu District. The most important traditional ceremony is called "Upacara Pedaran" which illustrates its age-old history and culture, held only once every year.
Places of interest in Tasikmalaya include the most attractive natural resorts. From a tourism viewpoint at least, the area has benefited from the latest eruption of Galunggung Mountain, which happened on April 5, 1982. The remains of the eruption have now become taking scenery and are worth-visiting. A lot of tourists, both foreign and domestic, have started visiting this resort. Shady trees are growing again and visitors can also enjoy the sight the crater and bathing in the spa.
Transportation is easily available, although the distance from Jakarta to Tasikmalaya is about 380 kilometers, and from Bandung about 120 kilometers. Since the road is good the distance can easily be covered by either public or private transport.
Home industries are prevalent in Tasikmalaya Regency and the tourist can of course buy the product. Home industries mean handicraft, such as pandan hat, samak hat, dudukuy cetok, hand bags, etc in another region of this regency, there is a place which is famous for plaited handicraft, called Rajapolah. Home industries here produce mats, plaited wares made from bamboo, like kitchen utensils, etc.

Friday, June 17, 2016

KEISLAMAN BUPATI TASIK MENGALAHKAN PRESIDEN INDONESIA

By Kata Risman   Posted at  5:04 PM   SOSIAL No comments

Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum tidak akan mencabut
peraturan daerah (perda) yang bernuansa islami meski sudah di
intruksikan oleh Presiden Joko Widodo.


"Hingga hari ini, kami belum menerima surat dari Presiden (terkait
penghapusan perda bernuansa islami, /red/), jadi kami tidak mau mencabut
perda bernuansa islami ini," ujarnya kepada wartawan, Jumat (17/6)

Menurut Uu, penolakan pencabutan perda bernuansa islami ini karena perda
ini adalah kearifan lokal karena di setiap daerah punya kearifan lokal.
Sudah bertahun-tahun perda tersebut tidak menimbulkan polemik, kegaduhan
maupun permasalahan.

"Jusru perda berdampak baik karena dalam pelaksanaan perda kami selalu
melaksanakan /Bil Hikmah Wal Mauidhotil Hasanah/," katanya.

Uu menerangkan beberapa alasan perda sebagai keraifan lokal di kota
santri tidak perlu dicabut, karena perda bernuansa islami ini sudah
berjalan sejak empat tahun yang lalu dan perda ini sudah dievaluasi
mendagri sebelumnya dan tidak ada permasalahan.

Menurut Uu, perda yang sudah berjalan dan sudah dievaluasi tidak bisa
dicabut begitu saja. Apalagi perda tersebut berdampak baik.

Di Kabupaten Tasikmalaya ada perda yang mengatur pengendalian minuman
keras. Uu mengatakan, minuman yang mengandung alkohol dibawah 5 persen
diperbolehkan. Sekali pun memproduksi, membawa dan meminum diperbolehkan
asalkan dibawah 5 persen.

Akan tetapi, sebelum memproduksi dan membawa minuman keras harus
memiliki ijin dari MUI Kabupaten Tasikmalaya. Uu mengatakan, MUI tingkat
kabupaten bisa memberikan ijin asal ada persetujuan dari MUI tingkat
kecamatan. Begitu pula MUI tingkat kecamatan bisa memberikan persetujuan
kalau ada ijin dari MUI tingkat desa.

"Menurut kami mustahil MUI memberikan ijin pabrik minuman keras,
pengelolaan minuman keras dan yang lainnya," jelas Uu.

Di Tasikmlaya juga ada perda yang intinya harus sopan dalam berpakaian.
Artinya cara berpakaian jangan sampai memancing hasrat.

Dikatakan Uu, selain itu ada juga perda yang mengatur tentang laki-laki
dilarang berduan dengan lawan jenisnya. Hal tersebut dikhawatirkan
menimbulkan fitnah. Jika ada yang melanggar perda tersebut, pelanggarnya
dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring). *(yna)*

https://www.radartasikmalaya.com/berita/baca/8868/meski-intruksi-presiden-bupati-tasik-tak-mau-cabut-perda-bernuansa-islam.html

Tuesday, May 10, 2016

SMA BPK PENABUR TERBAIK UN 2016 JAWA BARAT

By Kata Risman   Posted at  2:12 AM   SOSIAL No comments

di tahun 2016 ini SMA BPK PENABUR TASIKMALAYA meraih Nilai UN tertingi Di Jawa Barat

berdasarkan data dari : 


 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyatakan nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA dan sederajat di wilayah ini diraih SMA BPK Penabur Kota Tasikmalaya untuk Jurusan IPA dengan nilai 481,71.

"Sedangkan untuk jurusan IPS, nilai UN SMA tertinggi di Jabar diraih SMAN 1 Kota Bekasi dengan nilai 50,35 dan jurusan bahasa diraih SMA Santa Angela dengan nilai 435,06," kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dodin R Nuryadin, kepada wartawan, Minggu.
Ia mengatakan siswa dengan nilai UN terbaik untuk jurusan IPA adalah Natasya Lucky dari SMAK 1 Kota Cirebon dengan nilai 556,5 dan siswa dengan nilai UN terbaik jurusan IPS M Naufal Bagoes Ramadhani dari SMAN 1 Kota Bekasi dengan nilai 536,0.

"Sedangkan siswa dengan nilai UN terbaik pada jurusan Bahasa adalah Tina Yustiani dari SMAN 10 Kota Bandung dengan nilai 515,0," kata dia.
Menurut dia untuk jenjang SMK, siswa dengan nilai UN terbaik adalah Maria Selin dari SMK BPK Penabur Kota Bandung dengan nilai 374,6 dan untuk SMK dengan nilai UN terbaik adalah SNK Tunas Bangsa Ciemas Kabupaten Sukabumi dengan nilai 332,39.
Untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA), lanjut dia, nilai UN terbaik pada jurusan IPA diraih oleh MAN 1 Majalengka dengan nilai 441,01 dan untuk jurusan IPS diraih oleh MA Tarbiyatussibyan Kota Bogor dengan nilai 420,70.

"Dan untuk jurusan Bahasa diraih oleh MAN Cibadak Kabupaten Sukabumi dengan nilai 420,60. Dan untuk jurusan Agama diraih oleh MA Darul Falah Cijati Kabupaten Majalengka dengan nilai 457,22," kata dia.
Menurut dia secara keseluruh berdasarkan evaluasi Dinas Pendidikan Jabar nilai UN SMA/SMK di Jabar cukup bagus walaupun evaluasi yang dilakukan pihaknya hanya sampling tapi hasilnya cukup bagus," kata Dodin.
"Peraih nilai UN tertinggi mayoritas bukan dari sekolah yang berada di ibu kota, tapi di daerah. Ini menunjukkan adanya pemerataan pendidikan. Sekolah hebat tidak hanya di ibu kota tapi di daerah juga," katanya.
Ia mengatakan sekolah yang bagus juga katanya tidak hanya didominasi sekolah negeri tapi swasta seperti sekolah peraih nilai UN terbaik diraih oleh sekolah swasta. Ini menggambarkan sekolah swasta juga banyak yang bagus.
"Tentunya akan dorong terus sekolah baik negeri maupun swasta, sehingga keduanya bagus," kata Dodin. Sekolah swasta lebih mendominasi dibanding negeri. Dari 4.000 SMA/SMK di Jabar 3.500-nya sekolah swasta," ujar dia.
Pihaknya menuturkan nilai UN tahun ini relatif stabil dibanding tahun lalu, tidak ada penurunan meskipun nilai pada UN berbasis komputer (UNBK) terlihat ada kenaikan dan hal ini dibuktikan sekolah dan siswa dengan niali UN terbaik berasal dari sekolah yang menyelenggarakan UNBK.

"Kami juga meyakini nilai indeks integritas UN tahun ini akan naik seiring dengan banyaknya sekolah peserta UNBK. Jumlahnya di Jabar mencapai 20 persen dari total SMK atau sekitar 120.000 siswa," kata Dodin.
Hal tersebut, lanjut dia, semakin menguatkan Dinas Pendidikan Jabar untuk memperbanyak sekolah yang menyelenggarakan UNBK dan pihaknya menargetkan tahun depan peserta UNBK bisa mencapai 50 persen atau sekitar 300.000 siswa.

Friday, April 29, 2016

ROMZI PEMUDA TASIK RAIH JUARA PIDATO SE-ASIA TENGGARA

By Kata Risman   Posted at  5:29 AM   SOSIAL No comments
Jagat Pendidikan tasikmalaya kini mendapatkna kabar bahagia... ya Tak disangka manusia kecil asali kampung ini bisa mengalahkan manusia manusia modern se ASIA TENGGARA adalah Romzi Mukhlis, siswa kelas 2 MTs Nurul Iman Boarding School,Parakan Panjang, Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya meraih juara kedua khitobah/ (pidato) Bahasa Arab Se-Asia Tenggara di Camp For Moslema
Teens Nurul Fikri Boarding School Lembang, Bandung, Jawa Barat 22-24
April 2016.
Putra pasangan Tono Wartono dan Iis Heryanti asal Cilingga, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya menuturkan tentang keberhasilannya itu. Saat berpidato Bahasa Arab, selain harus fasih, intonasi serta ekpresi juga harus diperhatikan. ”Tantangannya /double/. Tapi karena sehari-hari di pesantren kita pakai Bahasa Arab dan sering ada pelatihan pidato bahasa Arab jadi lebih mudah,” ujar Romzi kemarin (27/4).

Rusydi Amin, salah satu ustad di Nurul Iman –sekaligus salah satu pembimbing /camp/ kelompok MTs dan MA Nurul Iman mengatakan— prestasi juga diraih murid lainya di /event/ yang sama. Ima Nuri Rahmah meraih juara tiga /khitobah/ tingkat MTs putrid. Sedangkan Tsania Dzatirahmi menjadi juara dua Musabaqoh Hifdzil Quran (MHQ).

Tsania Dzatirahmi dari MA Nurul Iman kelas XI mengatakan lomba MHQ tersebut adalah kedua kalinya yang dia ikuti. Kali ini Tsania ikut MHQ kategori juz 28, 29 dan 30. ”Awalnya grogi, apa lagi lihat peserta lain jauh lebih hebat. Begitu juga dengan jurinya yang sudah hafal Quran 30 juz,” ujar Tsania.

Pimpinan Pesantren Nurul Iman Nanang Iskandar SAg mengucapkan selamat dan bangga untuk prestasi anak didiknya. Dia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi muridnya untuk terus berkarya, belajar dan bisa memberi manfaat serta inspirasi bagi santri yang lainnya. ”Ini menjadi motivasi untuk terus kembangkan kemampuan serta bakat dan menjadi santri yang berprestasi dan generasi yang berakhlak dan berkualitas,” tuturnya.

Saturday, April 16, 2016

ASAL MUASAL SITU GEDE TASIKMALAYA

By Kata Risman   Posted at  10:23 PM   SOSIAL No comments

"JANGAN PERNAH MELUPAKAN SEJARAH" 
kata-kata ini pas untuk memulai artikel ini,agar kita tetap ingat siapa nenek moyang kita,dan selalu mendoakan mereka,semoga dalam kebahagiaan di sana!!
 berikut ini :

SEJARAH SITU GEDE TASIKMALAYA

Purnama bersinar, menerangi alam Sumedang yang tengah lelap tertidur, negeri yang makmur, gemah ripah loh jinawi, kini seolah beristirahat menikmati hasil kerjanya selama sehari penuh, diantara kesunyian malam dan sinar purnama, masih terdengar kentungan dipukul orang, menandakan tidak semua warga terlelap, namun masih ada yang terjaga menjaga lingkungannya.
Namun di halaman belakang komplek istana kerajaan Sumedang, masih terdengar sesuatu yang agak asing ditelinga, lengkingan suara yang agak tertahan namun mantap mengandung tenaga, disertai desingan sesuatu yang membelah udaha, terdengar jelas dimalam yang telah larut itu, cahaya remang obor bambu, melengkapi sinar purnama yang menyinari seorang pemuda tegap tengah memperagakan ilmu kanuragan dengan gesit, cepat mantap dan bertenaga, itulah Prabu Adilaya, Raja Muda Sumedang yang tengah menempuh ujuan terakhir dari ilmu kanuragan yang dipelajarinya, sebagai seorang raja, tentu saja harus memiliki berbagai ilmu untuk menjaga diri dan menjaga masyarakatnya, disamping ilmu kenegaraan, harus pula dipelajari ilmu lain termasuk ilmu kanuragan dan bela diri.
Di bawah pohon yang agak rindang, duduk seorang pria tua berjanggut panjang, mengenakan pakaian serba hitam kepalanya yang berambut putih diikat dengan ikat kepala hitam, kakek ini dengan cermat memperhatikan Sang Prabu yang tengah berlatih, kadang-kadang kepalanya mangut-mangut, atau senyum kepuasan tersungging di bibirnya yang keriput.
“Cukup Raden!” tiba-tiba si Kakek berseru
Prabu Adilaya berhenti, kemudian berbalik menghadap gurunya dengan gerakan menyembah,
“Terimakasih, Eyang Guru”
“Sekarang duduklah, Raden”
Prabu Adilaya, duduk bersila, kedua tanganya berada di atas pangkuannya
“Tenang, Raden”
Kakek yang dipanggil Eyang guru, melugas pedang yang berkilau mengkilap diterpa cahaya bulan, tiba-tiba pedang itu menebas punggung Sang Prabu, terdengar suara sesuatu yang patah dan terlempar, Eyang Guru berdiri tegak, memperhatikan pedang yang ternyata sudah patah terpotong dua, ada senyum puas tersungging dari bibir keriput Eyang Guru, kemudian, dengan langkah ringan menghampiri muridnya yang duduk bersila, tangannya terjulur kedepan, seraya berkata dengan mengulum senyum “ Lulus Raden”
Ketika ayam berkokok dan matahari menyeruak embun pagi, Guru dan murid tengah bercengkrama, di serambi samping istana, disuguhi makanan dan minuman hangat,
“ Raden, semua ilmu yang kumiliki, sudah kuajarkan semua kepadamu, dan Raden sudah menyerapnya dengan baik, namun bagi seorang Raja, kiranya ilmu yang kuajarkan belum cukup, harus disertai dengan ilmu bathin terutama ilmu agama” kata Eyang Guru sambil menatap muridnya”
“Saya pun merasakannya, Eyang, ilmu kanuragan yang Eyang ajarkan masih perlu ditambah dengan ilmu agama, sehingga, dalam menjalankan roda pemerintahan, saya memiliki dasar yang kuat dan dapat bertindak bijaksana”
Prabu Adilaya, menjawab dengan penuh harap,
“Kemana lagi saya harus berguru, Eyang?
Sang Prabu yang muda dan haus ilmu tampak sangat berkeinginan untuk belajar lebih banyak.
“Pergilah ke Mataram, bergurulah kepada KYAI SYEH JIWA RAGA, disana Raden akan mendapatkan ilmu-ilmu bathin dan ilmu agama”
“Terimakasih Eyang guru”
Sang prabu mencium tangan gurunya, orang tua yang sudah berambut putih ini merapatkan kedua tangannya di dada, seraya menghaturkan sembah, dia berkata
“Saya mohon pamit, Raden”
“Silahkan, terimakasih, Eyang”
“Sampurasun”
“Rampes”.
**
Siang itu Prabu Adilaya menjalankan tugasnya sehar-hari sebagai seorang Raja, disaat tertentu selalu terngiang perkataan gurunya, bahwa ilmu yang kini dimilikinya belumlah cukup untuk seorang Raja, namun harus ditambah dengan ilmu bathin terutama ilmu agama, harus ke Mataram untuk mencarinya, seketika sang prabu merasakan kekosongan, ternyata benar kata pepatah, batang padi semakin berisi semakin merunduk, semakin banyak ilmu seseorang, semakin merasakan kekurangan, semakin haus akan ilmu, namun keinginan untuk menuntut ilmu berarti harus meninggalkan Sumedang dan berbulan-bulan di Mataram, sementara tampuk pemerintahan saat ini sang Prabu-lah yang bertanggung jawab. Tetapi kebingunan itu tidak lama, Prabu Adilaya teringat, bahwa selalu ada orang yang mampu memberi jalan keluar dari semua persoalan yaitu ibunya. Sang prabu pun turun dari singgasananya dan berjalan keluar keprabon, melewati taman sari, tibalah ke kaputren tempat ibunya tinggal.
“Saya haturkan sembah, Kang Jeng Ibu”
“Silahkan Raden, Pangeranku, wajahmu tampak murung, utarakanlah pada Ibu, Raden”
Prabu Adilaya manarik nafas dalam-dalam, begitu bijaksana Ibunya sehingga dapat melihat kemurungan diwajah anaknya.
Dengan lemah lembut Prabu Adilaya menyampaikan maksudnya untuk berguru ke Mataram sebagai bekal untuk dapat memerintah secara adil dan bijaksana, disampaikannya pula bahwa menuntut ilmu agama dan ilmu lainya akan memakan waktu berbulan-bulan, mungkin bertahun-tahun sementara kerabuan di Sumedang harus ditinggalkan, tanpa diduga, Sang Ibu terseyum mendengar keluhan putranya,
“Bagi seorang raja, sangatlah perlu memiliki ilmu agama dan ilmu lainnya, ibu bersyukur kepada Yang Maha Kuasa dan bangga ternyata Kangjeng Rama tidak salah pilih menobatkan, sebagai Raja, sudah ada sifat kearifan seorang raja dalam dirimu, keinginanmu untuk menuntut ilmu, merupakan keinginan yang luhur, pergilah anaku, tugasmu sehari-hari akan dilaksanakan oleh adikmu”
Wajah Prabu Adilaya kembali berseri-seri seolah medapat kejatuhan bintang dari langit, sejenak ibunya melanjutkan :
“Bawalah serta istrimu dan pelayanmu yang setia”
Prabu Adilaya pun mohon pamit untuk melakukan persiapan keberangkatannya.
II
Seolah berlomba dengan ayam berkokok, Prabu Adilaya didampingi istrinya Nyai Raden Dewi Kondang Hapa dan sepasang pelayannya Sagolong dan Silihwati berangkat dari tanah Sumedang kearah timur menyongsong matahari pagi, melalui padang terjal berbukit, mengarungi kelebatan hutan, menuruni lembah dan mendaki bukit, banyak malam harus dilewatkan dengan tidur beralas daun kering berkelambu birunya langit, akhirnya sampai jugalah ke Mataram ke tempat dimana Kyai Jiwa Raga bermukim.
Kyai dengan wajah cerah menyambutnya, memberikan tempat yang terbaik bagi sang Prabu dan kedua pelayannya, ketika menyampaikan maksudnya untuk berguru, Kyai dengan senang hati menerimanya sebagai muridnya.
Keinginan sang Prabu yang sangat kuat untuk mempelajari Ilmu Agama menyebabkan dia cepat menyerap ilmu yang diajarkan, banyak kitab kuning yang dapat dihapal dalam waktu singkat, banyak pula kitab-kitab lainnya yang masih harus dibacanya dengan tekun dan ulet, kesungguhannya dalam belajar dan kemampuannya yang luar biasa tidak luput dari perhatian Kyai yang mengajarnya yang selalu terkagum-kagum dengan semangat belajar yang sangat tinggi.
Tak terasa sudah empat purnama berlalu Prabu Adilaya tak sempat banyak berpikir dan berbuat lain, waktu sesaat pun dimanfaatkan untuk menyerap pelajaran yang diberikan oleh Kyai Jiwa Raga, gurunya. banyak hal keduniawian terlupakan termasuk istrinya yang selalu mendampinginya sejak dari Sumedang.
Suatu saat, Kyai Jiwa Raga berbicara kepada muridnya:
“Raden, apa yang saya miliki, sudah saya ajarkan kepadamu, namun mempelajari islam tidak cukup dari satu sumber, Raden harus berguru kepada yang lain”
Prabu Adilaya menganguk-ngangguk seraya berkata :
“Setiap saat saya menemukan persoalan yang harus dipecahkan dengan bantuan ajaran Islam, ijinkan saya untuk menambah ilmu yang Kyai berikan, dan mohon petunjuk harus kepada siapa saya berguru ?.
“Pergilah ke tatar Sukapura, banyak Kyai yang berilmu luhung disana, tetapi sebelum pergi, sudikah Raden membawa putri saya Dewi Cahya Karembong dalam perjalanan Raden” Kyai Jiwa Raga menatap muridnya dengan penuh harap.
“Dengan senang hati Kyai”
“Seandainya Raden berkenan, jadikanlah putri saya sebagai istri raden yang kedua”
Prabu Adilaya agak kaget mendengar perkataan gurunya, sebagai murid dia harus patuh kepada Guru, namun dia sudah beristri dan sampai saat ini terlupakan karena terlalu tekun dalam mempelajari Agama Islam, tetapi ketaatan kepada gurunya, menyebabkan Prabu Adilaya tidak kuasa menolak tawaran itu,
“Baiklah, Kyai, saya akan menjadikan Dewi Cahya Karembong sebagai istri kedua”
“Terimakasih Raden”
Tidak berselang lama, dilakukanlah upacara akad nikah antara Prabu Adilaya dengan Dewi Cahya Karembong, putri Kyai Jiwa raga yang cantik jelita, upacara sederhana yang dihadiri oleh seluruh murid Kyai Jiwa Raga, sekaligus menandai bahwa Prabu Adilaya merupakan murid Kyai Jiwa Raga yang paling pandai, yang dinikahkan dengan putri Kyai, tradisi ini bertahan sampai sekarang, santri yang paling pandai dari sebuah pesantren akan dinikahkan dengan putri ajengan (Kyai).
Keinginan untuk belajar Ilmu Agama Islam Prabu Adilaya tetap membara, sang prabu berpamitan kepada Kyai, untuk melakukan perjalanan ke Tatar Sukapura mencari Guru yang dapat mengajarkan Agama islam lebih dalam dan lebih banyak, Kyai pun memanjatkan do’a untuk keberangkatan menantu dan putrinya yang disertai Raden Dewi Kondang Hapa istri pertama Prabu Adilaya
III
Perjalanan dari Mataram menuju Tatar Sukapura bukanlah perjalanan dekat, hampir sama dengan perjalanan dari tatar Sumedang ke Mataram, kali ini perjalanan lebih menggembirakan karena anggota rombongan bertambah menjadi enam orang dengan hadirnya Dewi Cahya Karembong, sepanjang perjalanan Prabu Adilaya dengan kedua istrinya selalu kelihatan ceria, untuk membuang kejenuhan sepanjang perjalanan Prabu Adilaya selalu bercerita yang disarikannya dari ceritera sempalan Tarich Islam, tentang kebijakan Rosululloh dalam menyebarkan Agama islam, kesederhanaan Rosul, keberaniannya dalam menegakkan agama Islam terutama kebesaran jiwa Rosul dalam menghadapi musuhnya yang belum beragama Islam, apabila malam menjelang mereka beristirahat melepas lelah, tetapi Prabu Adilaya selalu membaca ulang kitab-kitabnya yang diberikan oleh Kyai Jiwa Raga, sampai kedua istrinya tertidur pulas, sang Prabu masih membaca kitabnya dengan teliti, barulah ketika ayam berkokok satu kali, setelah sembahyang tahajud, sang Prabu merebahkan tubuhnya diantara kedua istrinya, ketiganya tertidur berkelambu langit cerah berbintang.
Banyak malam telah dilewati, perjalanan pun semakin jauh, Prabu Adilaya tetap dengan kebiasaannya menekuni kitab-kitab ajaran islam sampai larut malam, kebiasaan suami istri terlupakan begitu saja karena bagi Prabu Adilaya membaca kitab jauh lebih mengasikan, sampai suatu saat, ketika memasuki tatar Galuh, Dewi Cahya Karembong merasakan sesuatu yang hilang dari perannya sebagai seorang istri, ada perasaan mungkin dirinya kurang menarik perhatian suaminya, dibanding Dewi Kondang Hapa istri pertama Prabu Adilaya, perasaan itu mengundang tanda tanya besar dalam diri Dewi Cahya Karembong, sampai suatu saat takala Prabu Adilaya sedang berwudhu dan tidak ada di tengah-tengah kedua istrinya, Dewi Cahya Karembong bertanya kepada Dewi kondang Hapa:
“ Maaf Aceuk*, sejak saya dinikahkan sampai saat ini saya belum pernah melakukan kewajiban saya sebagai seorang istri, kadang-kadang saya merasa disia-siakan dan diabaikan, apakah Aceuk merasakan hal yang sama atau kalau sama Aceuk biasa-biasa saja?”
Dewi Kondang Hapa merenung sejenak, pelan sekali dia menjawab:
“Aceuk pun merasakan hal yang sama, bahkan kalau itu suatu penderitaan, penderitaan Aceuk lebih lama dari yang Nyai rasakan, karena Aceuk menikah sudah hampir setahun ini, tapi belum diperlakukan sebagai istri”
“Sungguhkan ?” Dewi Cahya Karembong terperanjat mendengarnya
“Benar Nyai, sejak menikah Aceuk belum merasakannya” kata Dewi Kondang Hapa datar, seolah kepada dirinya sendiri
“Apakah mungkin kakang Prabu memiliki kelainan……………?”
“Tidak, Nyai, Kakang Prabu seorang laki-laki sejati” Dewi Kondang Hapa menjawab dengan tegas.
Obrolan kedua istri itu terhenti saat Prabu Adilaya menghampirinya, tetapi dalam bahasan yang sama mereka mengobrol pada saat-saat senggang, tetapi semakin lama, semakin mereka rasakan ada ketimpangan dalam kehidupan perkawinan mereka, mereka merasakan kehampaan dan kesepian, padahal suami yang mereka cintai tidur berdampingan tiap malam, mereka juga merasakan jarak yang makin lebar, padahal setiap saat hampir tidak pernah jauh terpisah. Ketika melihat burung berkasihan dalam perjalanan yang mereka lewati merekapun merasakan lebih hina dari seekor burung.
Suatu saat, ketika ada waktu senggang yang cukup panjang, Dewi Kondang Hapa bertanya :
“Aceuk, Kakang Prabu hendak mencari guru baru?”
“Betul, kalau Kakang Prabu bermaksud untuk berguru lagi, berarti kita semakin tersia-siakan”
“Seandainya Kakang Prabu punya Guru baru dan menjadi murid paling pandai, tentu akan dinikahkan dengan putri gurunya lagi” berkata Dewi Cahya Karembong sambil memandang kebiruan langit, seolah hanya untuk didengar oleh dirinya sendiri.
“Mungkin penderitaan kita akan semakin panjang, disamping menunggu kakang Prabu selesai berguru, juga akan ada istri baru”
Dialog kedua istri yang dilanda sepi berlangsung semakin hangat dan panas, secara bertahap munculnya niat yang kurang baik, entah siapa yang memulai, dari niat itu dikembangkan menjadi sebuah rencana, tanpa disadari Dewi Kondang Hapa menbuka buntelan berisi sebuah keris pusaka yang diwariskan dari orang tuanya, demikian pula Dewi Cahya Karembong melakukan hal yang sama.
Malam harinya pada saat Prabu Adilaya mulai merebahkan diri ditengah kedua istrinya dirasakan sangat berat matanya, sebagaimana biasa sebelum tidur, dipanjatkan doa kepada Allah SWT untuk memohon ampunan dan karuania Nya, Sang Prabu memejamkan mata sambil menyungging senyum, beberapa saat kemudian, kedua istrinya terbangun, diambilnya pusaka masing-masing, dihunusnya pusaka itu dan diangkat dengan kedua tangan diatas dada Prabu Adilaya yang tengah tertidur pulas, pada saat yang hampir bersamaan, dengan keras dihujamkan pusaka itu ke dada Prabu Adilaya, tidak ada jeritan atau lenguh kesakitan, hanya terdengar sebutan asma Allah, bersamaan dengan itu, Prabu Adilaya menghembuskan nafasnya yang penghabisan, darah merahpun memancar dari dada Prabu Adilaya membasahi pakaian dan sedikit demi sedikit membasahi tanah dimana tubuh sang Prabu terbujur, tanah sekitar tubuh itu berubah warna menjadi merah, demikian pula air tanah yang keluar sekitar tubuh sang Prabu warnanya kemerahan, sejak saat itu tempat dimana sang prabu dibunuh dinamakan CIBEUREUM ( beureum = merah)
Burung-burung malam seolah berhenti berkicau, langit cerah mendadak mendung, pucuk-pucuk pohon seolah turut bersedih dengan dihilangkannya nyawa seorang pangeran yang sedang menuntut ilmu dibidang keagamaan, tinggalah dua istri yang kebingungan disertai rasa penyesalan yang mendalam,mereka duduk termenung, sementara kedua pelayannya yang setia Sagolong dan Silihwati masih pulas tertidur, dengan bisik-bisik kedua istri itu berembuk untuk mengubur jenazah di tempat yang jauh dan tersembunyi agar tidak ditemukan utusan dari Sumedang.
Akhirnya diputuskan untuk menggotong jenazah yang dimasukan kedalam kain sarung dan digotong dengan sepotong kayu, mereka berangkat kearah barat, sementara kedua pelayannya mengawasi dari kejauhan dengan terheran-heran tanpa bisa bertanya, ketika sampai di tanah datar yang luas., mereka bermaksud untuk mengubur jenazah disana, namun setelah dipikirkan lagi, ternyata ditempat itu akan mudah ditemukan, maka perjalanan pun dilanjutkan menelusuri anak sungai kearah hulu , disuatu tempat kayu yang digunakan untuk menggotong mayat Prabu Adilaya patah, Dewi Cahya Karembong mengambil sebatang kayu pendek dan berusaha menyambung kayu penggotong, tempat bekas menyambung kayu tersebut sampai saat ini dinamakan SAMBONG, perjalanan pun dilanjutkan beberapa kali kayu penggotong patah dan disambung sampai pada suatu saat kedua istri itu merasa bingung karena kayu penggotong ternyata selalu patah sekalipun sudah diganti akhirnya Dewi Kondang hapa mencoba mengganti penggotong yang baru dan melumuri kayu tersebut dengan tanah ternyata kayu tersebut tidak lagi patah, tempat bekas melumuri penggotong dengan tanah tersebut dinamakan MANGKUBUMI (= mengangkat tanah)
Karena belum menemukan tempat yang tepat untuk mengubur jenazah, kedua istri Prabu Adilaya berbelok ke utara, mendaki bukit-bukit kecil akhirnya sampai ke daerah rawa-rawa, dari kejauhan terlihat ada tanah yang tidak digenangi air, mereka menuju kesana, ditempat itu Dewi Cahya Karembong memerintahjkan kedua pelayannya untuk menggali lubang, pada saat kedua pelayan itu menggali, Dewi Kondang Hapa berbisik kepada Dewi Cahya Karembong, bahwa seandainya kedua pelayan itu dibiarkan hidup tentu akan melaporkan kepada Raja Sumedang bahwa Prabu Adilaya dibunuh kedua istrinya, kedua istri sepakat bahwa kedua pelayan itu juga harus dihabisi untuk menjaga rahasiah mereka, maka sebelum lubang kubur selesai digali, kedua pelayan itu, Sagolong dan Silihwati dibunuh, dan mayatnya dikuburkan bersama-sama dengan jenazah Prabu Adilaya.
Sebelum matahari tepat diatas kepala penguburan ketiga jenazah itu telah selesai, mereka meninggalkan makam tanpa nisan itu, ada rasa penyesalan tak terkira pada diri mereka, Dewi Kondang Hapa berkata :
“Seandainya Aceuk kembali ke Sumedang tentu Aceuk akan dihukum, atau setidaknya banyak orang bertanya kemana Prabu Adilaya, kiranya akan lebih baik kalau Aceuk tinggal di daerah ini biar dapat menjaga makam Kakang Prabu”
“Baiklah, Nyai akan pulang ke Mataram, namun apabila ada sebuah padepokan atau pasantren, Nyai akan singgah dan berguru, semoga Allah SWT menerima tobat kita” menjawab Dewi Cahya Karembong dengan linangan air mata.
Kedua bekas istri Prabu Adilaya berpelukan, mereka memilih jalan masing-masing, Dewi Cahya Karembong memilih suatu tempat di Gunung Goong dan meninggal di sana.

IV
Semenjak di tinggalkan oleh Prabu Adilaya Dayeuh Sumedang seolah merasakan sesuatu yang hilang, raja yang bijaksana itu sementara pergi meninggalkan Sumedang untuk berguru, namun banyak purnama telah berlalu dan tahun pun berganti, tidak ada kabar berita, Ibu Suri kerajaan Sumnedang tentu saja merasa cemas dan gelisah, akhirnya diputuskan untuk mengutus putra keduanya untuk menyusulnya ke Mataram.
Singkat cerita, sampailah di mataram, tetapi ternyata yang disusul sudah pergi kea rah Tatar Sukapura, Adik Prabu Adilaya menyusul kearah sana, tetapi karena tidak adanya keterangan mengenai kakaknya, tempat disemayamkan Prabu Adilaya terlewat, karena tempatnya memang agak tersebunyi, sang adik malah sampai kesuatu daerah di pinggir sungai yang ramai oleh orang berlalu lalang, ternyata disana ada sebuah saembara, siapa yang dapat mengalahkan seekor singa dengan tangan kosong akan dinikahkan kepada putri penguasa daerah yang cantik, banyak pemuda ikut serta tetapi tidak mampu mengalahkan singa tersebut, Pangeran Sumedang itu merasa tertarik, akhirnya dia turun ke gelanggang dan bisa mengalahkan singa tersebut sampai luka parah, sampai saat ini tempat itu dinamakan SINGAPARNA (=singa yang luka parah)
Pangeran Sumedang itu mendapatkan putri cantik dan diserahi sebuah daerah untuk dibuka, di daerah itu dibangun sebuah kota yang mirip dengan ibu kota kerajaan dan menamakan daerah itu dengan nama MANGUNREJA. Berbagai kesibukan pangeran Sumedang itu menyebabkan niatnya untuk pulang terlupakan, sehingga Ibunya di Sumedang tetap mengharap kabar baik yang disusul ataupun yang menyusul juga belum kembali, akhirnya diputuskan untuk berangkat sendiri menelusuri jejak Prabu Adilaya.
Sesampainya di Mataram ternyata mengecewakan, Prabu Adilaya bersama istri dan kedua pengawalnya sudah berangkat ke tatar Pasundan, tanpa berpikir panjang Sang Ibu berangkat ke Tatar Pasundan, sepanjang perjalanan apabila melewati malam beliau selalu memohon kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa untuk memperoleh petunjuk dimana kedua anaknya berada, bila siang perjalananpun dilanjutkan, meleati tanah berpasir dan berbukit, akhirnya sampai ke daerah yang berawa-rawa, dari pinggir rawa, sang Ibu melihat sebuah cahaya, akhirnya perjalanan dilanjutkan dengan menyebrangi rawa dan sampai ke sebuah nusa.
Ternyata cahaya tadi bersumber dari gundukan tanah merah, seolah petunjuk bahwa ada sasuatu di sana, Sang Ibu menengadahkan tangan memohon petunjuk Yang Maha Kuasa, dan diperoleh petunjuk bahwa disanalah dikuburkan prabu Adilaya dan kedua pelayannya Sagolong dan Silihwati.
Tangispun tak tertahankan, airmata berurai deras menetes ke tengah gundukan tanah merah, putra sulungnya, pewaris tahta kerajaan Sumedang terkubur di sana. Doa pun dipanjatkan untuk melindungi makam putranya, maka air rawa itu bertambah naik beberapa meter dan makam Prabu Adilaya berada di pulau sebuah danau yang luas, ada bisikan kepada sang Ibu untuk menancapkan tongkat yang selama ini dibawanya, setelah tongkatnya ditancapkan ke tanah, seketika berubah menjadi pohon-pohonan rimbun yang meneduhi makam putranya.
Pada saat akan pulang dan menyebrangi rawa yang sudah berubah menjadi danau, ada empat ekor ikan, sang Ibu menamakan ikan itu dengan nama si Gendam, si Kohkol, si genjreng dan si Layung, dengan tugas untuk menjaga makam dari tangan-tangan jahil yang mengganggunya.
Ketika bermaksud untuk pulang. Sang Ibu bertemu dengan dua orang penduduk setempat, beliau berpesan :
“ mugi aranjeun kersa titip anak kuring di pendem di eta nusa, jenengannana sembah dalem Prabu Adilaya, wangku ka prabonan di sumedang mugi kersa maliara anjeuna dinamian juru kunci ( kuncen ) jeung kami mere beja saha anu hoyong padu beres, nyekar ka anak kami oge anu palay naek pangkat atawa hayang boga gawe kadinya, agungna Allah cukang lantaranana sugan ti dinya.”
Semoga kalian bersedia untuk dititipi anak saya yang dimakamkan di pulau itu, namanya Sembah Dalem Prabu Adilaya, yang memegang tampu ke prabuan di Sumedang semoga kalian bersedia untuk memeliharanya, dan saya memberitahukan kepada siapapun yang berselisih ingin beres, atau naik pangkat juga ingin punya pekerjaan silahkan nyekar ke sana, agungnya kepada Allah SWT semoga sareatnya dari sana”
Setelah itu beliau pulang ke Sumedang.
SUMBER : http://dudu-tasikmalaya.blogspot.co.id/2011/01/sejarah-situ-gede-dan-eyang-prabudilaya.html

LEGENDA PANTAI CIPATUJAH TASIKMALAYA

By Kata Risman   Posted at  10:13 PM   SOSIAL No comments
Selamat siang tasikmalaya lovers.. risman balik lagi nih.. mau ngasih informasi tentang legenda salahsatu pantai di tasikmalaya. Ya.. PANTAI CIPATUJAH berikut legenda yang banyak dimuat dimedia :
  • Asal mula Cipatujah

           Nama Cipatujah diambil dari nama sungai Cipatujah. Sedangkan kata Cipatujah sendiri berasal dari bahasa sunda buhun “patujah-tujah” yang berarti saling menghantam, gambaran dari dua sungai yang menyatu menghantam yang aliran airnya menyatu ke laut Pantai Selatan. Nama sungai tersebut adalah sungai Cipatujah yang sekarang menjadi batas desa sebelah barat dan sungai cipanyerang yang membelah wilayah Desa Ciandum, aliran sungainya bersatu dengan muara yang selalu berpindah-pindah menuju Laut Pantai Selatan. Kemudian oleh para leluhur atau pupuhu yang diantarannya Eyang Ranggagading serta Eyang Ardiwijaya dijadikan sebagai lembur dengan nama Ciapujah sesuai dengan kondisi aliran kedua sungai tersebut

  • Sejarah Desa Cipatujah

Kira-kira awal tahun 1880, lembur Cipatujah telah berubah menjadi desa yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa bernama Raden Atmawijaya, berkedudukan di Talijah yang sekarang berada dalam wilayah Desa Ciheras, tak lama kemudian dikarenakan oleh beberapa hal Raden Atmawijaya pindah ke daerah Cipanas yang sekarang menjadi sebuah desa yaitu Desa Cipanas.

Pada saat berakhirnya masa jabatan Raden Atmawijaya sekitar tahun 1902, beliau digantikan oleh Raden Puradinata yang hanya memimpin selama enam tahun, pada tahun 1908 jabatan Kepala Desa Cipatujah jatuh ke tangan adik Raden Puradinata yang bernama Raden Wiradinata yang memimpin Desa Cipatujah hingga akhir kedudukan Jepang di Indonesia.


Salah seorang kerabat Raden Wiradinata yaitu Raden Miih Natapura kemudian menggantikan jabatan Kepala Desa Cipatujah hingga memutuskan berhenti pada tahun 1948, dengan berhentinya Raden Miih Natapura jabatan Kepala Desa menjadi kosong, maka ditunjuklah Raden Uju Junaedi untuk menjadi pejabat sementara Kepala Desa Cipatujah. Jabatan Kepala Desa Cipatujah yang diemban oleh Raden Uju Junaedi berhasil memilih Kepala Desa yang baru yang diperebutkan oleh Raden Ecep Jumarna putra bungsu Raden Wiradinata dengan Absa Gandawijaya salah satu keturunan Raden Atmawijaya, hasil pemilihan tersebut dimenangkan oleh Raden Ecep Jumarna pada tahun 1950 dalam usia yang relatif muda.

Raden Ecep Jumarna selama sebelas tahun memimpin Desa Cipatujah berhasil menghadang pemberontak DI/TII yang mencoba mengacaukan Desa Cipatujah, dan akhirnya pada tahun 1961 Raden Ecep Jumarna memutuskan untuk berhenti menjadi Kepala Desa Cipatujah. Dengan berhentinya Raden Ecep Jumarna, maka diadakan kembali pemilihan Kepala Desa Cipatujah pada tahun 1961 dengan calon unggulan yaitu Asep Sukna, kakak se-ayah dari Raden Jumarna dengan calon lainnya yaitu Chori Ahyari, yang akhirnya dimenangkan oleh Raden Asep Sukna.


Masa kepemimipinan Raden Asep Sukna yang dimulai tahun 1961, terhadang oleh lahirnya Undang-undang nomor 5 tahun 1979 tetntng pembatasan masa jabatan kepala desa selama 8 tahun. Sehingga pada tahun 1979 jabatan kepala desa Cipatujah dinyatakan demisioner. Untuk kemudian pada tahun 1979 diadakn pemilihan kembali kepala desa yang baru, dalam pemilihan tersebut Raden Ecep Jumarna mencalonkan diri kembali dan sekaligus memenangkan pemilihan dengan mengalahkan calon lainnya yaitu Dayat Hidayat yang merupakan salah satu generasi muda Desa Cipatujah.

Masa jabatan Raden Ecep Jumarna berakhir pada tahun 1988 seklaigus diadakan pemilihan kembali Kepala Desa Ciaptujah yang diperebutkan oleh Raden Eman Sulaeman, cucu dari Raden Puradinata dengan calon lainnya yaitu Sarno Sanjaya, seorang perangkat desa dari Kaur Pemerintahan, pemilihan yang a lot dengan selisih 12 suara dimenangkan oleh Raden Eman Sulaeman. Sampai pada tanggal 28 Oktober 1997 Raden Eman Sulaeman memangku jabatan Kepala Desa Cipatujah, kemudian Raden Eman Sulaeman memangku jabatan sementara Kepala Desa Cipatujah sampai tanggal 17 Mei 1999 dikarenakan tidak ada calon lain yang bersedia mencalonkan diri menjadi Kepala Desa Cipatujah, sehingga jabatan sementara Kepala Desa Cipatujah dilanjutkan oleh Sarno Sanjaya berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tasikmalaya tertanggal 2 Februari 1999. Jabatan sementara Kepala Desa Cipatujah yang dijabat oelh Sarno Sanjaya sampai dengan tahun 2001.

Pada tahun 2001 diadakan pemilihan dengan calon Kepala Desa yaitu Sarno Sanjaya melawan calon lainnya yaitu Najmudin yang dimenangkan oleh Sarno Sanjaya denagn masa jabatan sampai dengan tahun 2005.
Pada tahun 2005 diadakan pemilihan kembali Kepala Desa Ciaptujah yang diperebutkan oleh empat calon, diantaranya Sarno Sanjaya sebagai incumbent, Supriadi dari generasi muda sebagai seorang wirausahawan, Heri Hernawan daro tokoh Pemuda dan Undang Sumarsana sebagai Purnawirawan TNI AD, pada pemilihan Kepala Desa tersebut dimenangkan oleh Supriadi dengan perolehan suara sebanyak 1.189 suara dengan masa jabatan selama enam tahun yaitu sampai tahun 2011.

Pada tanggal 24 Mei 2011 diadakan kembali pemilihan Kepala Desa Cipatujah dan Supriadi kembali mencalonkan diri atas dasar dorongan dari para tokoh masyarakat Desa Cipatujah yaitu diikuti oleh Wawan Sudrajat dari Tokoh Pemuda dan Yoyo Sunaryo sebagai Purnawirawan TNI AD, pada pemilhan tersebut dimenangkan kembali oleh Supriadi dengan perolehan suara sebanyak 2.063 suara. Dengan terpilihnya kembali Supriadi sebagai Kepala Desa Cipatujah besar harapan masyarakat akan lebih majunya Desa Cipatujah baik dari segi pembangunan, ekonomi, pendidikan maupun kepariwisataan.

SEKIAN INFORMASI SEJARAH YANG SAYA BISA BAGIKAN..MUDAH MUDAHAN MENJADI WAWASAN DAN SEMAKIN CINTA TERHADAP SEJARAH TASIKMALAYA.
SALAM TASIKMALAYALOVERS.

Thursday, April 14, 2016

LEGENDA TASIKMALAYA

By Kata Risman   Posted at  1:10 AM   SOSIAL No comments




Adakah diantara kalian yang pernah mendengar sejarah adanya Kabupaten Tasikmalaya? Mungkin beberapa dari kalian masih sedikit ingat dengan nama-nama prasasti yang dihapal ketika kelas 4 SD. Prasasti Geger Hanjuang merupakan salah satu artefak yang dapat menjelaskan tentang dimulainya peradaban di Kabupaten Tasikmalaya. Berikut riwayat singkat tentang kerajaan yang pernah berkedudukan di Tanah Parahyangan ini.

Prasasti Geger Hanjuangg merupakan prasasti ke 10 yang ditemukan di Jawa Barat. Ia ditemukan oleh K.F. Holle sekitar tahun 1877, kemudian dibawa dan disimpan oleh Dr. Krom pada tahun 1914. Kini masih terpelihara dan disimpan di Museum pusat Jakarta dengan nomor inventaris D.26. Pembacaan prasasti yang pertama dilakukian oleh K.F. Holle dan hasil bacaannya ditulis dengan judul :Bescheeven Steen Uit Afdeeling Tasikmalaya Residenties Preanger, TBG 24, 1877 halaman 586. Kemudian koreksi C.M. Pleyte pada tulisannya : Het Jaartal Op Den Batoe Toelis Nabij Buitenzorg, TBG. 53, 1911. Akhirnya koreksi Drs. Saleh Danasasmita serta Drs. Atja yang untuk kedua kalinya, hasil bacaan menjadi :
  • Tra Ba I Gunna Apuy Nas
  • Ta Gomati Sakakala Ru Mata
  • K Disusu (K) Ku Batari Hyang Pun
Tra Ba I Gunna Apuy Nasta Gomati Sakakala, artinya tanggal 13 bulan Badrapada tahun 1003 Saka. Ru Mata K Disusu (K) Ku Batari Hyang pun, artinya rumatak (maksudnya rumatak) nama sebuah tempat di Galunggung disusuk oleh Batari Hyang.
Tanggal 13 Badrapada Saka, setelah dihitung sama dengan 21 Agustus 1111 Masehi. Yang dimaksud rumatak ialah nama sebuah tempat di Linggawangi dan selain itu ada tempat yang di beri nama Saung Gede yang dalam sejarah disebut Saung Galah artinya Keraton, letaknya tidak jauh dari kabuyutan sanghyang. Linggawangi adalah sebuah kabuyutan yang dianggap sakral pada jamannya.

Peristiwa Nyusuk terdapat dalam berita dari tiga prasasti, ialah:

  • Batu tulis astana gede kecuali Kabupaten Ciamis disebut Prabu Wastu Kencana Marigi Sakuriling Dayeuh.
  • Batu ditulis di Bogor, disebut Sri Baduga Maharaja Nyusuk Na Pakuan.
  • Prasasti Geger Hanjuang.
Kata Nyusuk menurut pustaka nagara kertabumi diartikan amegahing, artinya: membuat parit pertahanan sekeliling pusat kerajaan. Memang betul, bahwa disekitar itu masih terdapat nama kampung Parigi dan kampung Candi. Pengertiannya ialah, bahwa pada tanggal 13 Badrapada itu, Batari Hyang mengerjakan pembuatan parit pertahanan keraton di ibukota kerajaan Galunggung yang disebut Rumatak. Artinya suatu pendirian kerajaan, perubahan dari kebataraan yang tadinya secara turun temurun berkedudukan sebagai Batara Sangiang Guru Galunggung.


Ia disebut Batari Hyang, karena dirinya seorang wanita. Ia cukup unik karena sampai saat ini, di Jawa Barat ialah satu-satunya yang diabadikan dalam prasasti. Lebih unik lagi, sebab diantara raja-raja di Jawa Barat yang diberitakan pernah memperkokoh pertahanan ibu kotanya dengan parit, dia pulalah satu-satunya tokoh wanita. Tindakan Nyusuk ini tentunya diambil segera setelah mewarisi tahta Galunggung.
Inilah koreksi tentang batara Hyang yang pada naskah hari jadi Tasikmalaya disebut sebagai batari yang melantik sang Lumahing taman menjadi prabu di Galunggung. Hal ini dikoreksi, karena tahunnya menurut negara kerta bumi tidak cocok. Sang lumahing taman atau yang bergelar ratu saung galah prabu raga suci, memerintah pada tahun 1219-1225 saka atau 1297-1303 masehi.

 Berita mengenai galunggung, dimulai dari berita kerajaan Galuh. Kerajaan Galuh mulai ada berita tahun, ketika diperintah oleh:
  1. Resi guru: 448-490 S = 526-567 M
  2. Raja Putra Suraliman Sakti: 448-519 S = 568-597 M
  3. Kandihawan Rajaresi Dewarja: 519-534 S = 597-612 M
  4. Wrtikandayun Prabu Galuh atau disebut Rahyang Ri Menir: 534-624 S = 612-702 M.
 Dari Wrtikandayun Prabu Galuh atau Rahyang Ri Menir inilah diberitakan Galunggung dan Denuh. Rahyang Ri Menir ini diberitakan mempunyai tiga orang putera. Yang sulung karena cacat tanggal giginya, ia disindir dengan sebutan Batara Sempak Waja, ditempatkan menjadi Batara Dangiang Guru di Galunggung, yang kedua, juga cacat Hernia, ditempatkan di Denuh dengan sebutan Rahyang Kedul. Yang ketiga ialah Rahyang Mandi Minyak yang mewarisi tahta kerajaan Galuh dan menjadi raja Galuh. Rahyang Sempak Waja yang kemudian bertugas menjadi Dangiang Guru di Galunggung mempunyai kekuasaan dalam mengabiseka raja. Raja baru sah jika telah disetujui Galunggung. Disamping itu dia diberi daerah-daerah penunjang (apanage) sebanyak 12 daerah. Galunggung pada waktu itu disebut: “Taraju Jawadwipa, Taraju Mainya Galunggung, Jawa Ma Ti Wetan.” (pengukuh pulau jawa itu ialah galunggung, jawa ada disebelah timurnya).

Urutan-urutan batara yang memerintah kebataraan di galunggung dimulai dari batara Wastuhayu dan kemudian batara Hyang yang mengalami perubahan bentuk kebataraan menjadi kerajaan tahun 1111 bersama raja sunda di pakuan yang dijabat pada waktu itu oleh sang Lumahing Kreta (987-1011 S = 1065-1155 M)

Urutan-urutan raja memerintah di Galunggung ialah:

Batara Hyang (1111-1163), rakean darmasiksa (1163-1175 M) selama 12 tahun raja di galunggung kemudian  diangkat Prabu Susuhunan Pakuan (1175-1297) dengan gelar Rakean Darmasiksa Sang Paramarta Mahapurusa Prabu Sanghyang Wisnu.

Kemudian Ratu Saung Galah Prabu Raga Suci Sang Lumahing Taman selama 6 tahun Keprabuan Pakuan dijabat rangkap dan pusat dipindahkan di Galunggung. Raja daerah galunggung setelah Sang Lumahing Taman ialah: Ratu Galung Sakti, Sembah Golok Ratu Panyosogan Sang Lumahing Gunung Raja dan Sri Gading.
Galunggung Barak diperkirakan pada tahun 1520-an keatas yang diberitakan bahwa Saung Agung pernah diserang Prabu Surawisesa, ketika raja-raja daerah mulai kena pengaruh Islam dan mulai ada yang melepaskan diri dengan Pakuan Pajajaran.
Dengan keterangan tersebut diatas maka pada tanggal 21 Agustus 1111 tercatat adanya pusat organisasi ketertiban masyarakat dalam bentuk pemerintahan Galunggung. Dari sinilah asalnya pemerintahan Tasikmalaya setelah mengalami beberapa periode perkembangan pemerintahan, mulai dari periode pemerintahan di Galunggung, di Sukakerta, di Sukapura, perpindahan pusat pemerintahan Sukapura dari Sukaraja ke Manonjaya, dari Manonjaya ke kota Tasikmalaya pada sekitar tahun 1901 ketika dipimpin oleh Bupati Rta. Prawira Adiningrat dengan nama kabupaten Sukapura, kemudian berganti nama menjadi Tasikmalaya pada tahun 2010, setelah kurang lebih 110 tahun, ibu kota pemerintahan telah berpindah dari kota Tasikmalaya ke Singaparna, di bawah pemerintahan bupati bapak DRS. H.T. Farhanul Hakim, M.Pd dan wakil bupati bapak H.E. Hidayat , SH, MH.

Melihat perjalanan waktu sejak terbentuknya pemerintahan di Galungggung sampai sekarang, maka usia Tasikmalaya telah mencapai 902 tahun, merupakan satu kurun waktu yang sangat panjang dan lama sekali.
Demikianlah riwayat singkat pemerintahan di Galunggung menurut Prasasti Geger Hanjuangg, untuk dapat dipahami dan menjadi bahan renungan kita bersama.
Sukapura ngadaun ngora



ORANG HEBAT DI MAKAM KERAMAT PADAKEMBANG

By Kata Risman   Posted at  12:37 AM   SOSIAL No comments
Assalamualaiku dulur..
sudah lama saya tidak memposting di blog ini.. sibuk dudunia gening..
oke kali ini saya akan membagikan orang orang hebat yang akan selalu hidup dengan kehebatanya ..
Ya,inilah manusia hebat jaman dulu yang berkumpul di tempat ini.salah satu makam keramat yang
Lokasinya ini terletak di kecamatan padakembang kabupaten
tasikmalaya. Daerah didataran tinggi dan perbukitan yang asri, indah dan
udaranya sangat segar dan apabila sore hari, airnya lumayan dingin. Jaraknya
sekitar 20 km dari kota tasikmalaya dan bisa dilalui dari singaparna ataupun dari arah gunung galunggung.

Adapun makam keramat yang berada di daerah ini adalah :


1. Makam Karomah Dewi Sumili Padakembang (Mertuanya Syekh Mukhyi Pamijahan)
2. Makam Putra Mahkota Galunggung (Eyang Secamanggala)
3. Makam Bendungan (Eyang Asmadin dan Eyang Secamanggala)
4. Makam Pasir Pokor (Eyang Warga Kusuma)
5. Makam Eyang Sempak Waja ( Di Daerah Citiis )
6. Makam Eyang Susuk Tunggal (Di Daerah Citiis )
7. Makam Eyang Taji Malela ( Di Daerah Citiis )
8. Makam Eyang Tambleg Meneng ( Di Daerah Citiis )
 
selain untuk mendoakan orang orang hebat ada juga wisata yang bisa agan kunjungi tepatnya di citiis .
Daerah Citiis ini sangat cocok di gunakan untuk tracking, hiking,
camping dan kegiatan fotografi dikarenakan daerahnya yang sangat indah. 
 
selamat menikmati keindahan tasikmalaya.

Monday, March 21, 2016

5 Orang Heba Yang Akan Maju Di PILKADA Kota Tasik 2017

By Kata Risman   Posted at  8:39 AM   SOSIAL No comments

Inilah 5 calon kandidat PILKADA KOTA TASIKMALAYA 2017 NANTI .

CEKODOT...


1. Budi Budiman

2. Dede Sudrajat 

 Budi dan Dede yang sebelumnya berpasangan harus pisah karena Dede Sudrajat sudah menjabat dua kali sebagai Wakil Wali Kota. Otomatis karena aturan perundang-undangan, putra pengusaha Bus Budiman, H. Saleh Budiman ini harus maju menjadi Calon Wali Kota.

3.  TB Miftah Fauzi

Ketua DPD PAN Kota Tasikmalaya. Miftah sudah ramai diperbincangkan bahwa ia siap bersaing dengan Budi atau Dede, atau bersanding diantara keduanya diposisi Wakil.

4. Ir. Nanang Nurjamil

putra Tasikmalaya yang sukses sebagai pengusaha di Makassar Sulsel ini diprediksi maju juga. “Kang Jamil” pernah menyatakan kesiapannya maju menjadi Calon Wali atau Wakil.

5. dr. Asep

mantu dari pengusaha Mayasari Grup. Asep nampak akrab dengan mantan Wali Kota, Syarif Hidayat yang menurut kabar burung akan bersaing dengan Budi Budiman atau bersanding dengan Dede Sudrajat

Sunday, February 14, 2016

LANUD WIRIADINATA BAKAL JADI BANDARA PERTAMA DI TASIKMALAYA

By Kata Risman   Posted at  1:44 AM   SOSIAL No comments




Pangkalan Udara (Lanud) TNI-AU Wiriadinata disiapkan menjadi Bandara Tasikmalaya, Jawa Barat. Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) I Marsekal Muda (Marsda) (TNI) Yuyu Sutisna, bertolak ke Tasikmalaya menghadiri rapat verifikasi kesiapan operasional Lanud Wiriadinata menjadi Bandar Udara Tasikmalaya, Jumat (12/2/2016).

Pembukaan Bandara Tasikmalaya diharapkan membantu pertumbuhan ekonomi dengan percepatan pergerakan barang dan jasa di Jawa Barat sebelah selatan dan perbatasan Jawa Tengah.

Rapat dilaksanakan di VIP Room Lanud Wiriadinata, yang dihadiri antara lain Pangkoopsau I Marsda (TNI) Yuyu Sutisna, anggota Komisi V DPR RI Nurhayati yang membidangi transportasi, Walikota Tasikmalaya Budi Budiman, Direktur Bandar Udara Dirjen Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso, Asisten Logistik (Aslog) Kaskoopsau I Kolonel (Tek) Hanafi, Kepala Hukum (Kakum) Koopsau I Kolonel (Sus) Zainal Hakim Indra, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemkot Tasikmalaya, dan Danlanud Wiriadinata Letkol (Pnb) Rony Armanto.

Pangkoopsau I Marsda (TNI) Yuyu Sutisna dalam penjelasannya mengatakan sangat mendukung segera dioperasionalkannya Bandara Wiriadinata.

"Keinginan Pemerintah Kota Tasikmalaya ini, pada hakekatnya sesuai dengan amanat UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI dalam Hal Operasi Militer Selain Perang, yang salah satunya menyebutkan bahwa TNI turut membantu Pemerintah Daerah dalam hal ini untuk meningkatkan perekonomian Daerah Tasikmalaya khususnya," kata Yuyu.

Sementara itu, Walikota Tasikmalaya Budi Budiman, sangat mengharapkan agar segera terwujud dan disahkannya keberadaan Bandar Udara Tasikmalaya. Di samping untuk kepentingan transportasi udara, keberadaan Bandar Udara di wilayah ini akan dapat menunjang percepatan perekonomian khususnya untuk masyarakat Tasikmalaya.

Selain Lanud Wiriadinata, Lanud Wirasaba di Banjarnegara, Jawa Tengah juga tengah dijajaki untuk dibuka menjadi Bandara komersial.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tahun 2015 sudah mengadakan beberapa kali pertemuan dengan para bupati di Jawa Tengah bagian barat daya yang berbatasan dengan Jawa Barat.

Secara terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI-AU (Kadispenau) Marsekal Pertama (TNI) Dwi Badarmanto menyatakan, jika dibutuhkan pemerintah untuk membantu percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, bisa saja lanud-lanud digunakan untuk penerbangan komersial.
Penulis: Iwan Santosa
Editor : Amir Sodikin

SI CINTA PERSIB MENANG LAGI

By Kata Risman   Posted at  1:32 AM   SOSIAL No comments
Kado Valentine Persib buat Bobotoh


Rachmad Hidayat merinding melihat euforia penonton Persib Bandung selama melakoni laga persabahatan melawan Bali United di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (13/2/2016) malam. Gelandang serang Maung Bandung itu mengaku, kemenangan 3-0 atas tamunya merupakan kado istimewa buat Bobotoh karena telah memberikan dukungan yang luar biasa di pertandingan tersebut.

Rachmad mencetak gol pada menit 47. Umpan dari Atep ini sukses diselesaikannya dengan baik lewat tendangan keras kaki kirinya. Gol itu dipersembahkan buat bobotoh, tim, dan ayahnya yang berada di Medan.

Dia melanjutkan, tidak dipungkiri, gol itu merupakan motivasi yang diberikan bobotoh. Sebab, saat akan tampil, pemain asal Medan ini sempat merasa kaget dan merinding dengan suasana meriah bobotoh di stadion.

"Saya bersyukur bisa kasih yang terbaik buat bobotoh. Aku saat tiba di stadion merasa kaget, merinding. Penonton penuh semua biru. Itu jadi buat motivasi," kata Rachmad seperti dikutip dari situs resmi Persib, Minggu (14/2/2016).

Tidak pungkiri permainan yang nyaman juga menjadi penunjang permainannya selama kurang lebih 67 menit. Apalagi, semangat memberikan penampilan terbaik, menjadi dorongan buat tampil selalu maksimal pada setiap menitnya.

"Tapi saya rasa, kalau dibandingkan dengan Konate belum. Dia masih lebih berkualitas, kalau baru datang terus disamakan yang pasti minder. Apalagi Firman (Utina) itu idola saya. Tapi, saya sudah berusaha maksimal dan berharap bisa lebih lagi," ujar Rachmad.

Friday, February 12, 2016

Ilmuwan Tasikmalaya Yang Mendunia

By Kata Risman   Posted at  7:50 AM   SOSIAL No comments





ADALAH YOGI AHMAD ERLANGGA


Orang Tasikmalaya ini berhasil memecahkan rumus matematika Persamaan Helmholtz yang membelenggu para pakar ilmu pengetahuan dan teknologi selama 30 tahun tak seorang pun mampu memecahkannya.

‘’Banyak pakar yang menghindari penelitian untuk memecahkan rumus Helmholtz ini karena memang sangat sulit dan rumit,’’ kata sarjana yang cum laude S1 dan S2 di ITB ini.

Ketika beliau melanjutkan S3-nya di Belanda, dosen penerbangan dari ITB ini, tertantang oleh perusahaan minyak Shell yang minta bantuan DUT (Delft University of Technology) untuk memecahkan rumus Helmholtz.

Setelah mengadakan riset dengan menghabiskan dana sekitar 6 milyar yang dibiayai Shell, berkat kejeniusannya akhirnya rumus itu mampu beliau pecahkan, yang mencengangkan dunia iptek, dan mendapat ucapan selamat dari universitas di eropa, israel dan amerika.

Berdasarkan hasil temuannya ini membuat banyak perusahaan minyak dunia sangat senang dan meminta bantuannya. Pasalnya, dengan rumus itu mereka dapat 100 kali lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi melalui gelombang elektromagnetik yang dipantulkan dari perut bumi dengan akurasi yang sangat tinggi.

Andai saja Yogi mau mematenkan hasil temuannya, mungkin ia akan mendapat uang yang sangat besar. Tapi ilmuan muda bernama lengkap Yogi Ahmad Erlangga menolaknya termasuk menamakan temuannya itu dengan ERLANGGA EQUATION. Mematenkan temuan ini justru akan menghambat perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya. Thesis S3 yang disusun di Jurusan Matematika kampus yang sama di Delft, terpilih sebagai thesis terbaik di Belanda oleh MNC
“Saya ingin temuan ini dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena itu hak manusia. Hak ini bisa dijamin jika ilmu dimiliki publik dan bersifat open source,” kata Yogi merendah.

Industri yang bisa mengaplikasikan rumus ini antara lain industri radar, penerbangan, kapal selam, penyimpanan data dalam blue ray disc (keping DVD super yang bisa memuat puluhan gigabyte data), dan aplikasi pada laser, serta ilmu lainnya yang berkaitan dengan gelombang elektromagnetik.

Buku mengenai persamaan Helmholtz yang dibuatnya saat masih di Belanda pun, laris manis dalam waktu singkat. ‘’Tinggal satu (buku) dan saya tak punya fotokopinya lagi.’’
Khusus untuk ITB, sambung pria kalem kelahiran Tasikmalaya 8 Oktober 1974, obsesinya adalah ingin ITB bisa lebih besar lagi.
Minimal, ITB menjadi perguruan tinggi terbesar dan berpengaruh di Asia. Karena, kalau hanya terbesar di Indonesia saja, sejak dulu juga sudah begitu serta ingin melihat bangsa Indonesia maju dihormati bangsa lain.

‘’Saya pun masih memiliki obsesi pribadi. Keinginan saya adalah ingin melakukan penelitian tentang pesawat terbang yang menjadi spesialisasinya Aeronotika dan Astronotika, perminyakan, dan biomekanik,’’ kata pemenang penghargaan VNO-NCW Scholarship dari Dutch Chamber of Commerce itu yang punya kebiasaan shalat lima waktu di masjid.

Dr. Yogi Ahmad Erlangga, sekarang Dosen di Alfaisal University, Riyadh, Arab Saudi ini mendapat julukan Habibie Muda karena penemuannya yang spektakuler di bidang matematika. Kehadiran Dr. Yogi Ahmad Erlangga yang bersedia berkarya di Alfaisal University, Riyadh, Arab Saudi juga merupakan kebanggan tersendiri bagi Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi.

Dulu, BJ Habibie menemukan rumus yang mampu mempersingkat prediksi perambatan retak hingga mendapat julukan Mr. Crack. Banyak industri penerbangan di berbagai negara memakai rumus penemuan Habibie tersebut, termasuk NASA di Amerika, kini, Dr. Yogi Ahmad Erlangga meneruskan kehebatan Habibie dengan menemukan dan memecahkan rumus persamaan Helmholtz.
Selamat kang Yogi dan Jayalah Indonesia

Wednesday, February 10, 2016

10 TEMPAT PALING ASIKDI SUKAPURA TASIKMALAYA

By Kata Risman   Posted at  6:58 AM   PENDIDIKAN No comments
1. Gunung Galunggung

Gunung Galunggung terletak di kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Desa Linggajati, kecamatan Sukaratu, kab Tasikmalaya, dengan ketinggian 2167 meter di atas permukaan laut, terletak sekitar 17 km dari pusat kota Tasikmalaya. Gunung Galunggung menjadi tempat favorit berwisata di akhir tahun 2014.

2. Cipanas Galunggung

Cipanas Galunggung merupakan area pemandian kolam air panas. Berendam air panas sepertinya adalah pilihan yang paling tepat untuk menghilangkan rasa penat dan lelah setelah menikmati keindahan kawah Galunggung dan menjadi tempat wisata akhir tahun 2014 yang dapat Anda kunjungi.


3. Situ Gede

Situ Gede merupakan sebuah danau seluas 47 Ha dengan kedalaman air antara 1,5 sampai 6 meter. Ditengah-tengah terdapat sebuah pulau dengan luas 1 Ha. Letak situ Gede relatif dekat dengan pusat kota Tasikmalaya, kurang lebih 4 km. Aktivitas para wisatawan yang dapat dilakukan adalah joging, memancing, menjala ikan, mengelilingi pulau dengan rakit, menikmati pemandangan alam dengan nuansa pedesaan yang sejuk dan segar. Menikmati bakar dan goreng ikan serta ziarah ke pulau situ Gede.

4. Situ Sanghyang

Situ Sanghyang merupakan sebuah danau dengan beberapa saung di tepi danau dengan luas 37 Ha dengan kedalaman air antasa 1,5 sampai 6 meter. Banyak jejeran pohon rindang di sisi danau ditambah bunga teratai serta airnya yang tidak pernah surut menjadi daya tarik tersendiri dari situ Sanghyang. Objek wisata situ Sanghyang ini lebih tepatnya berlokasi di antara Desa Cilolohan dan Desa Cibalanarik, kecamatan Tanjung Jaya, yang berjarak sekitas 25 km dari pusat kota Tasikmalaya.

5. Pantai Balitujah Tasikmalaya

Pantai Balitujah adalah sebuah pantai yang indah yang menghadap ke arah perairan lepas samudera Hindia, tepatnya di pesisir selatan pulau jawa. Secara administratif berlokasi di Desa Cipatujah, kecamatan Cipatujah, kabupaten Tasikmalaya. Dari pusat kota Tasikmalaya berjarak kira-kira 80 kilo meter arah selatan. Bagi Anda yang hendak menuju ke pantai Balitujah dengan kendaraan umum.
Berikut caranya:
Dari terminal Indihiyang tipe A Anda bisa naik bis jurusan Tasikmalaya-Cipatujah/Pamayang/Ciheras dan mintalah turun di Pantai Balitujah

6. Kebun Teh Taraju

Udara sejuk, suasana tenang, dedaunan hijau yang memanjakan mata, itulah gambaran kebun teh Taraju Tasikmalaya. Tepatnya berjarak sekitar 22 km dari kecamatan Salawu dan berjarak 65 km dari Kota Tasikmalaya. Terdapat bukit-bukit kecil yang diselimuti hamparan dedaunan teh. Perkebunan teh Taraju ini, sering dijadikan tempat camping bagi orang-orang pencinta alam. Sebab udara yang sejuk dan pemandangan yang sangat indah, sangat sayang bila berkunjung hanya sebentar saja.

7. Pabrik Engsun Dadaha

Dulunya Pabrik Engsun Dadaha adalah sebuah pabrik terbesar di Tasikmalaya, yang memproduksi tepung tapioka halus sama aci. Tapi setelah di tutup sekitar tahun 2000 an, pabrik tersebut jadi tidak terurus lagi. Bangunan yang belum jadi yang dibelakangnya kini menjadi tempat Wisat foto seperti foto free weading pernikahan dan foto selfie

8. Kampung Naga

Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang di huni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya. Penduduk kampung Naga terkenal karena keramahannya ketika menyambut wisatawan lokal maupun asing. Dijamin anda akan merasa betah menginap beberapa hari di sini. Kampung Naga berada di Desa Neglasari kecamatan Salawu, kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

9. Danau Lemona Tasikmalaya

 
Danau Lemona adalah salah satu alternatif tempat liburan akhir tahun di Tasikmalaya. Terletak di Salopa, arah selatan kota Tasikmalaya. Jaraknya 15 km dari kantor Samsat Papayan kabupaten Tasikmalaya. Meskipun hanya danau buatan, namun penataan yang apik membuat Anda tidak menyesal mengunjungi tempat ini. Terdapat beberapa fasilitas wisata seperti jembatan terapung, jembatan gantung, sepeda air dan tentu saja saung-saung (resto) tempat Anda memesan dan menikmati makanan khas sunda. Di hari-hari tertentu seperti hari minggu dan hari libur tahun baru Danau Lemona menontonkan live music.

10. Rest Area Urug Rimbun

 
Jika Anda berwisata menuju daerah selatan Tasikmalaya (Kidul) sempatkanlah untuk beristirahat sejenak di Rest Area Urug. Rest Area Urug terletak di Desa Urug, kecamatan Kawalu, kota Tasikmalaya dan merupakan hutan milik perhutani seluas 300 ha. Karcis masuk area ini hanya Rp.5000 rupiah. Anda bisa menikmati pemandangan pohon-pohon besar yang masih rimbun dan sejuk. Selain menikmati keindahan wahana wisata urug rimbun para pengunjung dapat melakukan rekreasi Out Bound, Off Road, Rekreasi Hutan, Joging Track, Camping Ground, Speda Santai, Motor Cros, Foto Free Weading Pernikahan dan bermalam bersama keluarga di hotel saung hateup.

Itulah beberapa tempat wisata akhir tahun 2014 yang dapat Anda kunjungi sebagai tempat untuk memanjakan diri dan untuk mendapatkan semangat baru untuk menyambut tahun baru 2015. Semoga blog sederhana ini menjadi referensi buat Anda semua dan semoga bermanfaat.

Back to top ↑
Connect with Us

© 2016 Tasikmalaya Bermartabat. WP KAB.TASIKMALYA taked at TASIKMALAYA, JAWABARAT
Blogger templates. Proudly Powered by RISMAN blogger.